Di Hadapan 76 Gembala GBI, Elisa Kambu Beber Kunci Gereja Bertumbuh: Jangan Ada Fitnah dan Kebencian

Di Hadapan 76 Gembala GBI, Elisa Kambu Beber Kunci Gereja Bertumbuh: Jangan Ada Fitnah dan Kebencian

PAPUAVERSE.COM, SORONG – Suasana Sidang Musyawarah Daerah (Musda) Khusus Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Papua Barat Daya di Vega Hotel and Convention, Kamis (18/6/2026), mendadak hening saat Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan pesan yang menyentuh para pemimpin gereja.

Di hadapan 76 gembala yang hadir, Elisa Kambu menegaskan bahwa kemajuan gereja tidak hanya ditentukan oleh program dan pelayanan, tetapi juga oleh persatuan para pemimpinnya.

Ia mengingatkan agar tidak ada fitnah, kebencian, maupun persaingan yang dapat merusak hubungan antarhamba Tuhan.

“Kalau mau gereja menjadi besar, para gembalanya harus besar hati. Tidak boleh ada fitnah, tidak boleh ada kebencian, dan tidak boleh ada perpecahan di antara kita,” tegasnya.

Menurut Elisa, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi gereja, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi diri sekaligus menyatukan visi pelayanan demi masa depan gereja yang lebih baik.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta sidang mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Forum ini bukan untuk menentukan siapa yang menang atau kalah. Bukan juga untuk menunjukkan siapa yang paling hebat. Kita hadir untuk mencari yang terbaik bagi gereja dan umat Tuhan,” ujarnya.

Elisa juga menekankan pentingnya keteladanan para pemimpin gereja. Ia menilai jemaat akan mencontoh apa yang dilakukan para gembalanya.

“Kalau pemimpinnya hidup dalam kasih, jemaat juga akan hidup dalam kasih. Kalau pemimpinnya bersatu, gereja akan semakin kuat,” katanya.

Selain berbicara soal persatuan, Elisa mengajak gereja untuk terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan gereja harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda Khusus Gembala GBI Papua Barat Daya, Jufidia Menorang, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi pelayanan sepanjang tahun 2025–2026 sekaligus penyusunan program kerja tahun 2026–2027.

Ia mengatakan Musda diikuti oleh 76 gembala dan pejabat gereja yang melayani di berbagai wilayah Papua Barat Daya.

Menurut Jufidia, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebesar Rp200 juta dan Pemerintah Kota Sorong sebesar Rp100 juta, serta partisipasi dari gereja-gereja dan para gembala.

“Dukungan ini kami gunakan untuk kebutuhan pelaksanaan sidang, mulai dari akomodasi peserta, konsumsi, hingga operasional kegiatan,” ujarnya.

Melalui Musda tersebut, para pemimpin GBI Papua Barat Daya diharapkan mampu melahirkan program-program pelayanan yang lebih efektif sekaligus memperkuat persaudaraan di antara para gembala.

Pesan persatuan yang disampaikan Elisa Kambu pun menjadi sorotan utama dalam sidang tersebut.

Baginya, gereja yang kuat selalu diawali oleh para pemimpin yang mampu menjaga kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan.

“Jangan biarkan fitnah dan kebencian merusak pelayanan. Kalau kita bersatu, gereja akan bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang,” pungkasnya.