PAPUAVERSE.COM, JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyiapkan pola karier baru bagi seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penguatan pilar sumber daya manusia (SDM), yang merupakan salah satu dari tiga fokus utama transformasi Kementerian ATR/BPN, selain penataan organisasi dan tata laksana.




Dalam pembinaan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi DKI Jakarta dan Banten di Jakarta, Rabu (29/7/2026), Nusron menegaskan bahwa promosi jabatan ke depan harus melalui tahapan karier yang jelas dan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Ke depan kita ingin membangun sistem karier yang jelas. Jangan bermimpi menjadi Kepala Seksi lalu langsung menjadi Kepala Kantor Pertanahan di tempat yang sama. Semua harus melalui prosesnya,” tegas Nusron.
Ia menjelaskan, pegawai yang ingin menduduki jabatan lebih tinggi, termasuk menjadi Kepala Kantor Wilayah, harus memiliki pengalaman memimpin Kantor Pertanahan di berbagai daerah serta rekam jejak yang memadai.






Menurut Nusron, pembenahan pola karier bertujuan membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan pertanahan yang semakin kompleks.
Melalui sistem tersebut, setiap pegawai akan didorong memiliki pengalaman lintas fungsi dan lintas wilayah sehingga memiliki kompetensi yang lebih komprehensif sebelum menduduki posisi strategis.
“Setiap orang harus tahu perjalanan kariernya sampai ke mana. Ada tahapan yang harus dilalui. Sistem pola karier ini kita bangun supaya semua jelas,” ujarnya.
Selain menyusun pola karier, Kementerian ATR/BPN juga akan melakukan penataan organisasi, penyusunan peta jabatan, penguatan kompetensi, serta rotasi pegawai sebagai bagian dari pembentukan calon pemimpin yang berpengalaman.
Dengan kebijakan tersebut, setiap promosi jabatan nantinya akan didasarkan pada kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak kinerja, sehingga proses pengembangan SDM menjadi lebih objektif dan terukur.
Dalam kesempatan itu, Nusron juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan transformasi organisasi tidak hanya ditentukan oleh perubahan sistem, tetapi juga oleh komitmen seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta menjaga marwah Kementerian ATR/BPN.
Kegiatan pembinaan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta Erry Juliani Pasoreh, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis, Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana dan Manajemen Risiko Einstein Al Makarima, serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia Budi Santosa.
