PAPUAVERSE.COM, SORONG – Antusiasme masyarakat Kota Sorong menyambut Piala Dunia 2026 diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan.
Di balik semangat mendukung tim favorit, aparat kepolisian mengingatkan agar euforia tersebut tidak berubah menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Komitmen itu mengemuka dalam Dialog Publik bertajuk “Antara Hak dan Kebebasan Masyarakat, Keamanan dan Ketertiban Harus Menjadi Prioritas di Tengah Euforia Piala Dunia” yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong bersama Polda Papua Barat Daya di Hotel Kyriad, Kota Sorong, Jumat (17/7/2026).
Dialog menghadirkan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntor, S.I.K. dan praktisi hukum Alexander Sigei, S.H. sebagai narasumber.
Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pimpinan komunitas suporter, di antaranya Ketua Fans Brazil Sorong Raya Ivan Rolobessy, Ketua Germany Fans Sorong Raya Muhammad Iksan, Ketua AFC Muhammad Rahayamtel, Ketua Fans Spanyol Papua Barat Daya Jefri Nureroan, serta perwakilan komunitas pendukung tim nasional lainnya.
Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntor menegaskan, kepolisian tidak membatasi masyarakat untuk merayakan pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Namun, seluruh bentuk kegiatan harus tetap mengutamakan ketertiban umum.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia merupakan hal yang positif selama tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain maupun melanggar aturan yang berlaku.
“Polda Papua Barat Daya pada prinsipnya mendukung kegiatan dan euforia masyarakat dalam gelaran Piala Dunia 2026. Namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya serta tidak mengganggu ketertiban umum,” tegas Angling.
Ia meminta setiap komunitas suporter yang hendak menggelar nonton bareng maupun konvoi kemenangan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Langkah tersebut dinilai penting agar pengamanan dapat dilakukan secara maksimal sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Angling mengungkapkan, Polri telah memfasilitasi pelaksanaan nonton bareng di sejumlah daerah.
Namun di wilayah Papua, tingginya animo masyarakat membuat banyak kegiatan berlangsung secara mandiri sehingga membutuhkan pengawasan bersama.
Selain itu, ia mengingatkan potensi kerawanan yang kerap muncul usai pertandingan, terutama konvoi kendaraan yang dapat memicu kemacetan, pelanggaran lalu lintas hingga kecelakaan.
Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, mengemudi di bawah pengaruh minuman keras, hingga aksi ugal-ugalan di jalan raya disebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian selama berlangsungnya Piala Dunia.
Tak hanya itu, Polda Papua Barat Daya juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan euforia Piala Dunia untuk membawa atribut maupun simbol yang tidak berkaitan dengan ajang olahraga tersebut.
“Diharapkan seluruh pendukung mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga ketertiban umum, serta mengedepankan keselamatan sehingga perayaan Piala Dunia tidak merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Alexander Sigei menilai euforia Piala Dunia 2026 di Kota Sorong jauh lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Antusiasme itu terlihat dari tingginya keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Menurutnya, besarnya basis pendukung sepak bola di Kota Sorong juga berpotensi memunculkan gesekan antarsuporter apabila tidak diimbangi dengan sikap saling menghargai.
Karena itu, ia mengajak seluruh komunitas pendukung tim nasional untuk menjadikan Piala Dunia sebagai momentum mempererat persaudaraan, menjaga sportivitas, dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Papua Barat Daya.
Melalui dialog publik tersebut, HMI Cabang Sorong dan Polda Papua Barat Daya berharap seluruh rangkaian euforia Piala Dunia 2026 dapat berlangsung meriah tanpa mengesampingkan keselamatan, ketertiban, dan keamanan masyarakat.
