Oleh : Mentari
DUNIA otomotif Indonesia kini mulai melirik talenta-talenta muda dari Timur Indonesia. Dari Papua Barat Daya, muncul sosok pembalap muda berbakat bernama James Prince Richel Thenu yang sukses menembus ajang bergengsi Pertamina Mandalika Racing Series di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat belum lama ini.
Di usianya yang masih sangat muda, James berhasil mencatat sejarah pribadi sekaligus membawa kebanggaan bagi Papua Barat Daya. Ia resmi menjalani debut di kelas Junior Sport 150cc U-15, salah satu kelas pembinaan yang menjadi tempat lahirnya calon pembalap masa depan Indonesia.
Keikutsertaan James di Mandalika Racing Series bukan sekadar tampil di arena balap biasa. Ajang tersebut digelar di sirkuit internasional yang selama ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai event balap dunia. Kesempatan itu menjadi bukti bahwa anak Papua Barat Daya juga mampu bersaing dan tampil di panggung nasional dengan atmosfer internasional.
Perjalanan James menuju lintasan Mandalika tidaklah mudah. Ia lahir dan tumbuh di Papua Barat Daya, daerah yang belum memiliki fasilitas balap motor sebesar kota-kota lain di Indonesia. Namun keterbatasan itu tidak mematahkan semangatnya untuk mengejar mimpi menjadi pembalap profesional.

Sejak kecil, James dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap dunia otomotif. Suara mesin motor dan atmosfer balapan selalu menjadi hal yang membuatnya antusias. Dari situlah kecintaannya terhadap dunia balap mulai tumbuh.
Di balik keberhasilannya saat ini, ada proses panjang yang harus dilalui. James harus menjalani latihan demi latihan dengan disiplin tinggi. Ia juga harus belajar memahami teknik balap, menjaga fisik, hingga membangun mental bertanding sejak usia dini.
Keluarga menjadi sosok paling penting dalam perjalanan kariernya. Dukungan penuh dari orang tua membuat James terus percaya diri untuk melangkah lebih jauh. Di tengah berbagai keterbatasan, keluarganya tetap berusaha memberikan dukungan agar bakat yang dimiliki James bisa berkembang.
Tidak sedikit tantangan yang dihadapi selama proses menuju kompetisi nasional. Mulai dari keterbatasan sumberdaya, minimnya fasilitas latihan, hingga jauhnya akses menuju event balap menjadi bagian dari perjuangan yang harus dilalui. Namun James memilih untuk menjadikan semua tantangan itu sebagai motivasi.
Perjuangannya mulai membuahkan hasil ketika ia mendapat kesempatan tampil di Pertamina Mandalika Racing Series. Bagi James, kesempatan itu menjadi momen paling penting dalam hidupnya sebagai pembalap muda.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Sirkuit Mandalika, James mengaku merasakan suasana berbeda. Sirkuit berstandar internasional dengan panjang lintasan dan fasilitas modern itu menjadi pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Meski berstatus debutan, James tidak datang hanya untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan keberanian dan mental bertanding yang kuat saat menghadapi pembalap-pembalap muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kelas Junior Sport 150cc U-15 sendiri dikenal sebagai salah satu kelas yang cukup kompetitif. Banyak pembalap muda potensial Indonesia lahir dari kelas tersebut sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam setiap sesi latihan hingga balapan, James terus berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menyadari bahwa tampil di Mandalika bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Papua Barat Daya dan Tanah Papua.
Penampilan James di Round 1 Mandalika Racing Series pun mulai mendapat perhatian dari pecinta otomotif nasional. Banyak yang menilai dirinya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pembalap profesional di masa depan.
Kehadiran James di ajang nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua Barat Daya. Tidak sedikit warga yang memberikan dukungan dan doa agar dirinya bisa terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.
“Anak Papua ternyata bisa juga tampil di sirkuit internasional seperti Mandalika. Ini sangat membanggakan,” ujar Arif Teguh salah satu pengamat otomotif Papua Barat Daya.
Dukungan serupa juga datang dari komunitas otomotif di Papua Barat Daya TPK48. Mereka menilai kehadiran James dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk berani mengejar mimpi di dunia olahraga otomotif.
Banyak yang berharap keberhasilan James membuka jalan bagi lahirnya pembalap-pembalap muda lainnya dari Papua Barat Daya. Sebab selama ini, talenta anak-anak Papua dinilai sangat besar, hanya saja belum banyak mendapat kesempatan dan pembinaan maksimal.
Ajang Mandalika Racing Series sendiri memang menjadi salah satu wadah penting dalam pembinaan pembalap muda Indonesia. Kompetisi tersebut memberi kesempatan bagi rider muda untuk merasakan atmosfer balapan profesional sekaligus mengembangkan kemampuan mereka di sirkuit internasional.
Bagi James, tampil di Mandalika menjadi langkah awal menuju cita-cita yang lebih besar. Ia ingin terus berkembang dan suatu hari nanti mampu bersaing di level internasional yang lebih tinggi.
Meski perjalanan kariernya masih panjang, James percaya kerja keras dan disiplin akan membawa dirinya menuju impian tersebut. Ia juga ingin membuktikan bahwa anak-anak Papua mampu berbicara banyak di dunia balap motor nasional maupun internasional.
Kini nama James Prince Richel Thenu mulai dikenal sebagai salah satu pembalap muda potensial dari Timur Indonesia. Semangatnya menembus lintasan nasional menjadi simbol bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, termasuk dari Papua Barat Daya.
Dengan keberanian, semangat juang, dan dukungan masyarakat, James tidak hanya sedang membangun karier balap untuk dirinya sendiri. Ia juga sedang membuka jalan dan membawa harapan baru bagi generasi muda Papua untuk percaya bahwa mereka juga bisa tampil di panggung besar dunia otomotif Indonesia bahkan internasional.





