Papuaverse.id, FAKFAK – Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak akhirnya memiliki kepengurusan baru setelah sempat vakum selama beberapa tahun.
Melalui Musyawarah Daerah (Musda) I yang berlangsung di Aula St. Yosep Fakfak pada 18 Juli 2026, Slamet Efruan terpilih sebagai Ketua Formatur sekaligus nahkoda baru organisasi masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak.
Terpilihnya Slamet Efruan menjadi titik awal kebangkitan KMK untuk kembali memperkuat peran masyarakat Kei dalam menjaga persaudaraan, toleransi, dan mendukung pembangunan di Kabupaten Fakfak.
Dalam kepemimpinannya, Slamet diharapkan segera melakukan konsolidasi internal dengan merangkul seluruh masyarakat Kei tanpa membedakan kelompok maupun latar belakang.
Semangat falsafah “Ain Ni Ain” yang berarti kita adalah saudara menjadi landasan utama untuk menyatukan seluruh warga Kei di tanah rantau.

Selain itu, kepengurusan baru juga diminta memperkuat konsolidasi eksternal dengan membangun hubungan yang harmonis bersama Dewan Adat Mbaham Matta, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Fakfak, serta seluruh organisasi lintas etnis di Kabupaten Fakfak.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat adat sebagai tuan rumah, sekaligus memperkuat kehidupan yang rukun dalam semangat “Satu Tungku Tiga Batu” yang menjadi simbol persatuan masyarakat Fakfak.
Tak hanya itu, KMK juga diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk program unggulan “Fakfak Membara”.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyampaikan ucapan selamat kepada Slamet Efruan atas amanah yang diberikan masyarakat Kei.
“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Slamet Efruan sebagai Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak. Harapan saya, kepengurusan baru mampu membangun kerja sama yang baik dengan sesama pengurus, organisasi lintas etnis, Dewan Adat Mbaham Matta, LMA Fakfak, serta Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mendukung Program Fakfak Membara,” ujar Samaun.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
Samaun menegaskan bahwa Kabupaten Fakfak dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman suku, budaya, dan agama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga toleransi dan kehidupan yang harmonis.
“Keberagaman yang kita miliki bukanlah sesuatu yang memisahkan kita, tetapi menjadi kekuatan besar untuk membangun Fakfak. Mari terus menjaga persatuan dan keharmonisan yang telah menjadi identitas daerah ini,” tegasnya.

Bupati berharap kepengurusan KMK yang baru mampu menjalankan amanah organisasi, merangkul seluruh masyarakat Kei, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Keberadaan masyarakat Kei di Tanah Papua sendiri memiliki sejarah panjang. Sejak dahulu, masyarakat Evav dikenal sebagai perantau yang banyak berkontribusi dalam bidang pendidikan, pemerintahan, perdagangan, hingga sektor swasta.
Di berbagai wilayah Papua, termasuk Fakfak, masyarakat Kei dikenal mampu hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat adat setempat, sembari tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan falsafah perdamaian yang diwariskan leluhur.
Musda I KMK Kabupaten Fakfak pun menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, mempererat tali persaudaraan, serta menyusun program kerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Fakfak di tengah keberagaman masyarakatnya.





