Papuaverse.id, TAMBRAUW – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dikemas berbeda.
Kepala Distrik Fef Hans Baru S.I.P memilih menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang bagi anak-anak untuk berani tampil, berbicara di depan publik dan mengembangkan potensi sejak dini.
Sejumlah kegiatan pun digelar dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Distrik Fef.
Kegiatan tersebut turut disaksikan perwakilan Bupati Tambrauw, Asisten I Setda Kabupaten Tambrauw Karel Nau, S.Pd., M.Pd., bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah organisasi yang memberikan dukungan.
Hans mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan HUT RI.
Lebih dari itu, ia ingin menciptakan ruang bagi anak-anak Tambrauw untuk belajar tampil di hadapan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang digelar yakni fashion show untuk anak PAUD/TK hingga siswa SD kelas 1 sampai kelas 3.
Sementara siswa SD kelas 4 hingga kelas 6, SMP dan SMA mengikuti lomba pidato.
“Ini sangat penting. Bagaimana mereka bisa tampil di publik, bisa menjadi pemimpin dan bisa berbicara di depan umum atau yang sering kita kenal dengan public speaking,” kata Hans, Kamis (13/8/2026).

Menurut Hans, pengalaman selama memimpin Distrik Fef membuat dirinya melihat masih banyak orang memiliki kemampuan, tetapi kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan umum.
Persoalan itu, kata dia, bukan karena mereka tidak mampu. Namun, kesempatan untuk tampil dan mengasah kemampuan tersebut yang masih terbatas.
Karena itu, Hans ingin generasi muda Tambrauw mendapatkan kesempatan sejak sekarang.
“Saya tidak mau anak-anak saya harus seperti orang tuanya. Cukup batas kami. Anak-anak kami tidak boleh seperti kami,” ujarnya.

Hans kemudian menyebut panggung yang disiapkan bagi anak-anak Fef sebagai karpet merah menuju Generasi Emas Tambrauw 2045.
Menurutnya, generasi emas tidak mungkin lahir secara tiba-tiba. Anak-anak harus dipersiapkan sejak sekarang melalui berbagai ruang pembelajaran dan pengalaman.
“Panggung ini kami bentangkan karpet merah menuju 2045 sebagai tahun generasi emas. Kalau karpet merah dan panggung tidak kita siapkan dari sekarang, niscaya tahun 2045 kita tidak pernah menemukan apa yang disebut generasi emas,” tegasnya.
Distrik Fef yang membawahi 10 kampung itu diharapkan dapat terus menghadirkan kegiatan yang mampu mengasah kreativitas dan keberanian anak-anak.
Hans berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah perayaan HUT RI selesai.
Ia ingin ada kegiatan lanjutan yang secara konsisten mendorong anak-anak Tambrauw berkembang dan mampu bersaing dengan generasi muda dari daerah lain.
“Kami berharap ada momen-momen lanjutan yang terus mengasah inovasi mereka supaya lebih berkembang, maju dan bisa bersaing dengan teman-teman di luar,” katanya.

Hans juga menyoroti pentingnya keterlibatan anak-anak Tambrauw dalam berbagai kegiatan publik di daerahnya sendiri.
Ia mengatakan, kemampuan menjadi pembawa acara, berpidato maupun tampil di hadapan banyak orang harus mulai dilatih sejak sekolah.
“Kenapa bukan kita orang Tambrauw? Tambrauw ini milik orang Tambrauw. Mereka harus menjadi tuan di atas tanah mereka dan menjadi yang terdepan,” ujarnya.
Bagi Hans, kecerdasan akademik saja belum cukup.
Keberanian tampil di depan publik juga merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda.
“Pintar semua bisa pintar. Tetapi untuk berdiri di publik tidak semua orang bisa. Pintar semua bisa pintar, tetapi untuk memegang mic belum tentu semua bisa,” katanya.
Ia berharap para peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman untuk membangun kepercayaan diri.
Hans optimistis, jika ruang seperti ini terus diberikan, anak-anak Tambrauw nantinya dapat menjadi generasi yang mampu melanjutkan tongkat estafet pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari PKK, GOW, WKRI, DPRD, Bank Papua, pemerintah daerah, pastor paroki, tokoh adat hingga tokoh masyarakat.
Hans mengapresiasi dukungan tersebut sekaligus menyebut antusiasme peserta menjadi bukti bahwa anak-anak di Distrik Fef memiliki potensi besar.
“Anak-anak kami ternyata pintar dan punya kemampuan yang luar biasa. Semoga kegiatan ini menjadi manfaat bagi kita semua dan menjadi awal untuk mengasah pola pikir, semangat belajar serta keberanian mereka tampil di publik,” pungkas Hans.






