Papuaverse.id, SORONG – Festival Ekonomi dan Keuangan Digital QRISTAL Kasuari 2026 resmi dibuka di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, Kota Sorong, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang digelar Bank Indonesia selama 23–25 Juli 2026 ini menjadi wadah memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital di Papua Barat Daya.
Pembukaan festival dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang harus diikuti seluruh masyarakat agar tidak tertinggal dari perkembangan zaman.
“Digitalisasi ini sejatinya bukan hanya sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendasar kita hari ini. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan agar tidak tertinggal dari daerah lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari layanan perbankan hingga pelayanan publik yang kini semakin mudah diakses secara digital.
“Kalau dulu masyarakat harus datang ke bank, mengambil nomor antrean, sekarang cukup melakukan transaksi melalui telepon genggam. Begitu juga berbagai layanan publik yang kini semakin mudah diakses secara digital,” katanya.


Menurut Ahmad Nausrau, kemajuan teknologi juga menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era digital.
“Kalau kita lambat merespons perubahan, kita akan tertinggal. Bukan karena kita tidak berjalan, tetapi karena daerah lain melaju lebih cepat,” tegasnya.
Wagub juga mengapresiasi inovasi sistem pembayaran digital QRIS yang dinilai semakin diterima masyarakat.
Ia menyebut penggunaan QRIS terus meningkat sejak diluncurkan pada 2019 dan menunjukkan masyarakat semakin siap beradaptasi dengan transaksi non-tunai.
Ia berharap pemanfaatan transaksi digital tidak hanya berkembang di Kota Sorong, tetapi juga menjangkau seluruh kabupaten hingga kampung-kampung di Papua Barat Daya.

Meski demikian, Ahmad Nausrau mengingatkan masyarakat agar tetap bijak memanfaatkan teknologi digital karena di balik kemudahannya terdapat risiko kejahatan siber.
“Jangan sampai karena salah mengakses atau mengklik sesuatu, isi tabungan justru terkuras. Karena itu literasi digital harus terus ditingkatkan bersamaan dengan pemanfaatan teknologi,” pesannya.
Sementara itu, melalui penyelenggaraan QRISTAL Kasuari 2026, Bank Indonesia ingin mempercepat transformasi ekonomi digital melalui perluasan penggunaan sistem pembayaran digital, peningkatan literasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan QRISTAL Kasuari 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Papua Barat Daya melalui perluasan penggunaan sistem pembayaran digital, peningkatan literasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Festival ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital QRISTAL Kasuari 2026 ditandai dengan seremoni simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, yang memegang perangkat QRIS, bersama Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau yang melakukan transaksi menggunakan telepon genggam melalui fitur QRIS Tap.
Seremoni tersebut menjadi simbol percepatan transformasi sistem pembayaran digital di Papua Barat Daya.
Tak hanya itu, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow, workshop, Digital Innovation Challenge, QRIS Jelajah Rasa, BI Discovery Zone, Torang Color Run, donor darah, e-sport, hingga pentas seni.






