Papuaverse.id, SORONG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sorong menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Hotel Drei Kinder, Kota Sorong, Kamis (16/7/2026). Musda lima tahunan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah perjuangan Partai Golkar menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong, Max Hehanussa, mengatakan Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi titik awal kebangkitan Partai Golkar di Kota Sorong.
“Musda ini bukan hanya forum seremonial lima tahunan, tetapi merupakan puncak konsolidasi organisasi dan menjadi titik tolak kebangkitan Partai Golkar di Kota Sorong,” ujar Max dalam sambutannya.
Menurutnya, forum tersebut akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja lima tahun ke depan, sekaligus memilih Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong yang baru.
Ia berharap, pemimpin yang terpilih nantinya memiliki legitimasi yang kuat, visi yang jelas, serta mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kota Sorong maupun Papua Barat Daya.
“Musda ini harus menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang konkret, serta semangat juang yang membara demi membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Max juga mengingatkan seluruh peserta Musda agar menggunakan hak dan kewajibannya secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi etika politik serta mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam proses Musda merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari demokrasi internal partai. Namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader harus kembali bersatu mendukung kepemimpinan yang baru.
“Biarkan perbedaan pendapat terjadi dalam proses Musda. Tetapi setelah palu Musda diketuk, semua kader wajib bersatu di bawah kepemimpinan yang baru,” tegasnya.
Max berharap seluruh rangkaian Musda berlangsung tertib dan damai serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Partai Golkar dan masyarakat Kota Sorong.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan politik menjelang Pemilu dan Pilkada semakin besar. Karena itu, Golkar harus memperkuat infrastruktur partai hingga tingkat kelurahan dan kampung serta menyiapkan kader-kader terbaik untuk memenangkan setiap kontestasi politik.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya, Septinus Lobat, mengajak seluruh kader meninggalkan perbedaan dan fokus bekerja membesarkan partai.
“Yang terpenting sekarang adalah bekerja, tidak usah banyak bicara. Kita laksanakan amanat partai dan tegak lurus. Kader di bawah juga harus tegak lurus kepada kepemimpinan partai,” ujar Septinus.
Ia menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks karena masyarakat kini semakin kritis. Oleh sebab itu, konsolidasi internal menjadi kunci untuk memperkuat organisasi dan menyelesaikan setiap persoalan secara cepat.
“Kita harus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Papua Barat Daya. Golkar adalah partai besar yang sudah merakyat. Siapapun yang terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong, kita tetap tegak lurus pada partai,” katanya.
Septinus menutup sambutannya dengan mengajak seluruh kader menjaga kekompakan dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi satu tujuan, yakni memenangkan Partai Golkar di Papua Barat Daya.
“Kuncinya, kita harus mampu merebut hati rakyat. Kalau kita tetap solid dan terus bekerja untuk masyarakat, saya yakin kejayaan Partai Golkar bisa kita raih kembali,” pungkasnya.






