ABSSORA Tegaskan Sikap Netral, Soroti Keamanan Sorong dan Dukung Penegakan Hukum Nasional

Papuaverse.id, SORONG – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Sorong Raya (ABSSORA) menyatakan sikap tegas terhadap berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian publik, mulai dari situasi keamanan di Sorong hingga komitmen mendukung penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi berskala nasional.

Sikap tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi yang diikuti jajaran pengurus ABSSORA, anggota aliansi, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sorong, Jumat (17/7/2026).

Ketua ABSSORA, Sari S. Ibrahim, mengatakan forum tersebut digelar sebagai ruang konsolidasi mahasiswa untuk memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas, sekaligus menyamakan langkah dalam merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai agent of change.

“Melalui forum ini kami mempertegas kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyikapi dinamika sosial dan hukum, baik di wilayah Sorong maupun di tingkat nasional,” ujar Sari dalam keterangan pers yang diterima PortalJP.

Dalam diskusi tersebut, isu keamanan di Kota dan Kabupaten Sorong menjadi perhatian utama. ABSSORA menilai meningkatnya berbagai persoalan sosial, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak, membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Karena itu, mahasiswa mendorong lahirnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan guna menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan aparat setempat agar Sorong kembali menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga,” katanya.

Tak hanya menyoroti persoalan daerah, ABSSORA juga menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah ditangani di tingkat nasional.

Mahasiswa menilai pengusutan dugaan penyimpangan dalam pengadaan batu bara di PT PLN (Persero), pengelolaan PT ASABRI (Persero), hingga dugaan TPPU dalam penyelesaian kewajiban antar-korporasi merupakan bagian penting dari upaya penyelamatan aset negara.

ABSSORA berharap seluruh proses hukum berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

Meski menyampaikan dukungan terhadap penegakan hukum, ABSSORA menegaskan organisasinya tetap berdiri di posisi yang independen.

“Kami objektif, independen, dan netral. Kami tidak berpihak kepada individu maupun kelompok politik mana pun. Keberpihakan kami hanya kepada tegaknya hukum, keadilan, dan kebenaran,” tegas Sari.

Di akhir pernyataannya, ABSSORA juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks yang berpotensi memecah persatuan.

ABSSORA turut mengundang tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat luas untuk bersinergi mendukung penegakan hukum dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *