Papuaverse.id, AIMAS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sorong bersama Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) melakukan aksi penghentian sementara pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Malawili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (7/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan Muhammadiyah terhadap pembangunan koperasi yang dinilai telah menutup akses jalan menuju TK ABA 6 Malawili, salah satu lembaga pendidikan milik Muhammadiyah yang telah beroperasi selama hampir empat dekade.
Penghentian sementara pembangunan ditandai dengan pemasangan spanduk pernyataan sikap di area proyek. Dalam spanduk tersebut, Muhammadiyah meminta seluruh aktivitas pembangunan dihentikan sementara hingga ada penyelesaian terkait akses jalan menuju sekolah.
Ketua PDM Kabupaten Sorong, Mukhlas Triono, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali dikomunikasikan dengan pihak pengelola koperasi maupun pihak terkait sebelum pembangunan berlangsung.
Menurutnya, Muhammadiyah tidak serta-merta menolak keberadaan Program Koperasi Merah Putih, namun meminta agar pembangunan tidak menghilangkan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan.
“Kami sudah melakukan komunikasi sebelum pembangunan dan saat pembangunan berjalan. Kami bertemu dengan pengelola Koperasi Merah Putih dan pihak Babinsa untuk memperjelas akses masuk menuju TK ABA 6 yang selama ini digunakan masyarakat,” kata Mukhlas.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan awal pihak pengelola koperasi menyatakan akan tetap menyediakan akses menuju sekolah. Namun hingga saat ini akses tersebut belum juga tersedia.
Karena belum ada kejelasan, Muhammadiyah kembali melakukan mediasi kedua dan menyampaikan keberatan atas kondisi yang terjadi.
“Ketika mediasi kedua, kami kembali mempertanyakan akses masuk ke sekolah. Saat itu disampaikan akan ada tindak lanjut dari pihak kelurahan dan pengelola koperasi, namun sampai hari ini belum ada hasil yang kami terima,” ujarnya.
Mukhlas menegaskan penghentian sementara pembangunan dilakukan untuk memberikan ruang penyelesaian secara musyawarah dan menghindari munculnya potensi konflik di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk Program Koperasi Merah Putih.
Namun menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan harus tetap memperhatikan keberadaan fasilitas pendidikan yang selama puluhan tahun telah memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sorong.
“Kami mendukung program pemerintah, tetapi jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru menghilangkan akses pendidikan yang sudah ada dan dimanfaatkan masyarakat selama bertahun-tahun,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di lokasi, PDM Kabupaten Sorong mendesak agar pembangunan dihentikan sementara sampai tercapai kesepakatan bersama mengenai akses menuju TK ABA 6 Malawili.
Selain itu, Muhammadiyah juga meminta seluruh pihak membuka ruang dialog yang konstruktif serta mengedepankan penyelesaian secara musyawarah demi menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
PDM Kabupaten Sorong turut mengimbau warga Muhammadiyah, orang tua murid, dan masyarakat untuk tetap menahan diri serta mengedepankan langkah-langkah yang sesuai dengan hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.






