Dandim 1802 Sorong Turun Tangan, Polemik Koperasi Merah Putih di Malawili Ternyata Berawal dari Miskomunikasi

Papuaverse.id, AIMAS – Polemik penghentian sementara pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Malawili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, akhirnya menemukan titik terang.

Komandan Kodim (Dandim) 1802/Sorong, Letkol Inf Renaldi, turun langsung memediasi permasalahan yang sempat memicu keberatan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sorong.

Dalam mediasi yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026), Dandim mempertemukan pihak Muhammadiyah, Kepala TK ABA 6 Malawili, dan sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi bersama.

Ternyata, persoalan tersebut berawal dari masalah komunikasi yang tidak berjalan dengan baik sejak awal pembangunan.

Akibatnya, pembangunan koperasi yang berada di sekitar TK ABA 6 Malawili dinilai menutup akses jalan menuju sekolah yang telah melayani masyarakat selama hampir empat dekade itu.

“Pada prinsipnya ini persoalan sederhana. Hanya saja komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Saya sangat setuju bahwa akses jalan menuju sekolah harus menjadi prioritas utama,” kata Letkol Renaldi.

Ia menjelaskan, akses menuju TK ABA 6 yang sebelumnya lurus memang akan mengalami sedikit perubahan jalur karena keberadaan bangunan koperasi.

Namun demikian, pihak pelaksana pembangunan telah berkomitmen untuk membangun dan mengecor akses jalan baru terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan lainnya.

“Kami tidak akan bergerak ke tahap pembangunan berikutnya sebelum akses jalan menuju sekolah selesai dibangun. Itu menjadi prioritas,” tegasnya.

Menurut Renaldi, keberadaan Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok, distribusi LPG bersubsidi, pupuk, hingga pemasaran hasil pertanian warga.

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang telah lebih dahulu ada di lokasi, termasuk akses pendidikan.

“Tujuan koperasi ini sangat baik untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Namun akses pendidikan juga harus tetap terjamin,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PDM Kabupaten Sorong, Mukhlas Triono, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Dandim 1802/Sorong dalam merespons persoalan tersebut.

Menurutnya, solusi yang dihasilkan dalam mediasi telah menjawab kekhawatiran pihak sekolah sekaligus menjaga kelangsungan program pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim dan seluruh jajaran yang bergerak sangat cepat. Bahkan hitungannya hanya beberapa jam setelah persoalan ini muncul,” kata Mukhlas.

Ia menilai persoalan tersebut sebenarnya tidak rumit, namun menjadi berkembang karena kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang terdampak.

“Muhammadiyah mendukung program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Namun komunikasi dan pelibatan pihak yang terdampak harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.

Mukhlas menegaskan, Muhammadiyah kini menganggap persoalan tersebut telah selesai setelah adanya kesepakatan untuk menghentikan sementara pembangunan koperasi dan memprioritaskan pembangunan akses masuk ke TK ABA 6 Malawili.

“Kami tetap mendukung program pemerintah selama memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting sekarang akses sekolah menjadi prioritas sebagaimana yang telah disepakati bersama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *