Viral Anak Meninggal Usai Dirawat di RS Maleo, Ibu Korban Ungkap Dugaan Penanganan Lambat

Papuaverse.id, SORONG – Kisah pilu yang dialami seorang ibu di Kota Sorong mendadak viral di media sosial. Melalui akun Facebook miliknya pada Senin (13/7/2026), Yuliasti Nasir mengungkap dugaan lambatnya penanganan medis di Rumah Sakit (RS) Maleo yang disebut berujung pada meninggalnya sang anak.

Unggahan yang disertai video itu menuai perhatian luas dari warganet. Yuliasti menceritakan anaknya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Maleo setelah mengalami muntah sejak malam hari hingga kondisi tubuhnya semakin lemas.

Setibanya di rumah sakit, pasien langsung dipasangi infus dan menjalani pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.

Namun, menurut pengakuan Yuliasti, sampel darah yang diambil sejak malam tidak kunjung diperiksa. Saat ia menanyakan hasil pemeriksaan, petugas justru menyampaikan bahwa darah tersebut harus diambil ulang karena belum diperiksa di laboratorium.

Tak hanya itu, Yuliasti juga mengaku anaknya beberapa kali mengalami kejang selama menjalani perawatan di RS Maleo.

Ia menilai respons tenaga medis lambat, meski dirinya berkali-kali meminta agar anaknya segera dirujuk ke rumah sakit lain.

Permintaan rujukan tersebut, kata Yuliasti, baru dipenuhi setelah kondisi anaknya semakin kritis.

Pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sorong di Kilometer 22.

Meski sempat mendapatkan penanganan intensif dan dirawat di ruang ICU selama lima hari, nyawa sang anak akhirnya tidak tertolong.

Kasus ini pun memicu sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, pihak RS Maleo belum memberikan penjelasan rinci.

Direktur RS Maleo saat dikonfirmasi tidak berada di tempat.

Sementara itu, Perawat RS Maleo, Jenelin, mengatakan pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sorong terkait kasus tersebut.

“Kami sedang melakukan koordinasi. Rumah sakit bersama Dinas Kesehatan sedang melakukan investigasi. Untuk hasilnya masih kami tunggu, sehingga nanti setelah proses investigasi selesai akan kami informasikan kembali,” ujarnya.

Hingga kini, proses investigasi oleh Dinas Kesehatan masih berlangsung untuk mengungkap kronologi dan memastikan ada atau tidaknya dugaan kelalaian dalam penanganan pasien tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *