Papuaverse.id, SORONG – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, melepas dua putra-putri terbaik daerah yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.
Keduanya akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (13/7/2026), dipimpin Gubernur Papua Barat Daya bersama Sekretaris Daerah beserta jajaran Forkopimda dan tamu undangan.
Gubernur Elisa Kambu berharap kedua peserta tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, tetapi juga memperoleh kehormatan menjalankan tugas sebagai Paskibraka pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.
“Kita berharap mereka berdua bisa mendapatkan penugasan di sana. Doa itu yang utama. Menjadi bagian dari seluruh proses di tingkat nasional saja sudah merupakan kebanggaan bagi Papua Barat Daya,” ujar Elisa.
Ia berpesan agar kedua calon Paskibraka menjaga nama baik Provinsi Papua Barat Daya, keluarga, serta sekolah asal selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
“Saya harap mereka menjaga nama baik Papua Barat Daya, nama baik keluarga, dan sekolahnya. Tunjukkan sikap yang baik, disiplin, serta mampu bergaul dengan peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut Elisa, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memperluas jaringan pertemanan dengan sesama calon Paskibraka dari berbagai provinsi.
“Mereka harus bisa berinteraksi dan membangun jejaring dengan teman-teman Paskibraka dari daerah lain. Setelah pulang nanti, mereka memiliki banyak teman dan pengalaman yang akan menjadi bekal di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
“Kita melakukan berbagai tahapan seleksi, mulai dari wawasan kebangsaan, tes intelegensi, kesehatan, hingga kemampuan baris-berbaris. Seluruh proses melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit John P. Wanane, Brimob, Polda, dan unsur kepanitiaan lainnya,” ujarnya.
George menjelaskan, dari hasil seleksi di Papua Barat Daya, panitia mengirim tiga pasang calon Paskibraka ke tingkat pusat pada akhir Mei 2026. Setelah mengikuti seleksi nasional, satu pasang dinyatakan lolos mewakili Papua Barat Daya.
Mereka adalah Pieter Felix Paskah Yapen dari SMA Negeri 1 Raja Ampat, Kabupaten Raja Ampat, serta Vila Delvia Nauri dari SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen, Kabupaten Sorong.
Menurut George, Gubernur Papua Barat Daya berpesan agar kedua calon Paskibraka menjaga nama baik daerah selama mengikuti pemusatan latihan.
“Pesan Bapak Gubernur adalah menjaga disiplin, menjaga sikap, mampu bergaul dengan baik, serta membawa nama baik Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, dan tentu saja nama baik orang tua,” katanya.
Sementara itu, bagi calon Paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat Daya, George mengatakan pemusatan latihan akan dimulai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Sebanyak 35 putra-putri terbaik dari enam kabupaten/kota akan mengikuti pemusatan latihan selama sekitar 15 hingga 16 hari di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong.
Ia menambahkan, peserta yang sebelumnya mengikuti seleksi nasional namun belum lolos ke tingkat pusat akan kembali bergabung bersama peserta lainnya dalam Paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat Daya.
“Semua akan bergabung kembali dalam pemusatan latihan tingkat provinsi untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Papua Barat Daya,” tutup George.







