Papuaverse.id, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional memastikan sistem transaksi pertanahan kini semakin aman melalui integrasi Sertipikat Elektronik dengan aplikasi Sentuh Tanahku.
Melalui sistem tersebut, proses verifikasi data pertanahan disebut menjadi lebih akurat, transparan, dan minim risiko manipulasi dokumen.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya menjelaskan, setiap proses pembuatan akta jual beli tanah kini wajib melalui tahapan verifikasi digital.
“Ketika akan membuat akta jual beli, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wajib memindai barcode yang ada di Sertipikat Elektronik. Sistem kami lalu akan mengeluarkan secret code,” ujar Ary Sucaya dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan, kode tersebut hanya dapat diakses melalui pemindaian dokumen digital di aplikasi Sentuh Tanahku dan tidak tersedia pada dokumen cetak.
Secret code atau e-code itu nantinya muncul pada Sertipikat Elektronik di aplikasi Sentuh Tanahku setelah barcode dipindai.





Posisi kode berada di bagian kanan atas tampilan sertipikat digital.
Menurut Ary Sucaya, sejak diterapkannya Sertipikat Elektronik, PPAT tidak lagi hanya memeriksa dokumen fisik, tetapi juga wajib mencocokkan data digital yang tersimpan di sistem ATR/BPN.
Data yang diverifikasi meliputi informasi bidang tanah hingga data kepemilikan tanah.
“PPAT harus benar-benar memeriksa data digital kita. Jadi tidak hanya sekadar membaca buku tanah hasil cetakannya,” katanya.
Ia menambahkan, proses pencocokan dilakukan untuk memastikan seluruh elemen pada sertipikat cetak sesuai dengan data elektronik yang tersimpan secara digital.
Dengan mekanisme validasi berlapis tersebut, ATR/BPN berharap potensi pemalsuan maupun manipulasi dokumen pertanahan dapat ditekan, khususnya saat masyarakat melakukan transaksi jual beli tanah.
Integrasi Sertipikat Elektronik dan aplikasi Sentuh Tanahku juga dinilai dapat memperkuat aspek keamanan, transparansi, dan akuntabilitas layanan pertanahan berbasis digital.
“Benar-benar untuk mempermudah masyarakat,” tutup Ary Sucaya.





